Oleh: aannurfahrudianto | Maret 2, 2009

“Pahlawan Kesiangan”

Pemilu kurang beberapa hari lagi, partai politik mulai marak menyuguhkan janji-janji. Tidak lupa para caleg masing-masing partai bergerak cepat merebut simpati rakyat. Ada yg lebih ironis bahwa money politik dianggap sesuatu hal yg biasa bahkan salah salah satu partai mempunyai slogan “Diberi uang itu rejeki”. Apakah itu merupakan bentuk legalisasi dari money politik? Dan yg tidak habis pikir lagi adalah banyak partai politik yg mengklaim kader-kadernya berjasa atas keberhasilan yg diraih oleh bangsa ini. contoh riil adalah swasembada beras, ini diperebutkan oleh beberapa partai, kalau mau realistis tanpa bantuan petani yg notabene bukan dari satu partai tertentu hal tersebut tidak bisa dilakukan. Apa tidak malu dengan para petani yg sudah mencurahkan seluruh pikiran dan tenaga untuk mencapai swasembada beras. Pemilu memang banyak orang yg mengaku “berjasa” kepada bangsa ini, yg bertujuan hanya untuk memuluskan jalan mencapai kursi kekuasaan. kita sebagai rakyat mulai apatis dengan para elit politik sekarang. Yang hanya mengumbar janji-janji kosong. Seharusnya para elit politik yg berkuasa tersebut menjadi pelayan rakyat, bukan malah menjadikan rakyat sebagai pelayan. Kalau dia bekerja dan berhasil mensejahterakan rakyat bukankan itu memang tugasnya, bukan malah mengaku sebagai seorang “pahlawan” penyelamat bangsa ini. Bukankah Tuhan tidak suka orang yg sombong dan suka pamer? marilah kita merenung untuk kebaikan bangsa ini


Beri tanggapan

Your response:

Kategori