Oleh: aannurfahrudianto | April 25, 2008

Merokok…?

sekarang ini sepertinya pemerintah mulai mengkampanyekan program bebas asap rokok. Di Jakarta aja udah ada peraturan yg melarang orang merokok di tempat umum. Tapi apakah hal tersebut efektif? saya kira perlu proses untuk membelajarkan rakyat agar peduli kepada orang lain ataupun kepada lingkungannya. Apakah dengan segala peraturan ataupun himbauan yg diberikan kepada masyarakat, sampai2 ada peringatan “Merokok dapat menimbulkan kangker, …” di bungkus rokok tersebut. kalau saya melihat, pendidikan untuk mengurangi merokok ini harus diterapkan di kalangan anak-anak. Sebab anak-anak SD sekarang sudah mulai mencoba-coba merokok. Hal ini dikarenakan mereka melihat kemudian menirukan dan akhirnya menjadi candu. Kalau kita menemui di kantin atau orang jualan di SD. Ada permen yg dikemas sangat mirip dengan bungkus rokok dan sampai bentuknyapun sama persis dengan rokok. Kalau kita melihat, runtutan kenapa anak merokok sudah bisa kita deteksi sejak dini. Tetapi yg menjadi masalah bagaimana kita berusaha memotong mata rantai candu rokok tsb. Marilah kita bersama-sama mencoba dari diri kita. Dan perubahan itu berawal dari diri kita sendiri.


Tanggapan

  1. Memang kebiasaan merokok sudah mendarah daging dalam masyarakat sekitar kita. Mustahil rasanya bila kita bisa memutus mata rantai rokok dari sekitar kita. Bahkan para pecandu rokok lebih rela gak makan daripada gak ngerokok. Suatu hal yang konyol tapi nyata. Bener-bener perbuatan yang menyakiti diri sendiri ( mendzolimi diri sendiri ). Bukan begitu Pak???


Beri tanggapan

Your response:

Kategori