<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Perbedaannya apa?</title>
	<atom:link href="http://aannurfahrudianto.wordpress.com/2008/04/04/perbedaannya-apa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aannurfahrudianto.wordpress.com/2008/04/04/perbedaannya-apa/</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jul 2009 14:29:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: intan</title>
		<link>http://aannurfahrudianto.wordpress.com/2008/04/04/perbedaannya-apa/#comment-30</link>
		<dc:creator>intan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 02:50:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aannurfahrudianto.wordpress.com/?p=16#comment-30</guid>
		<description>wah...pada hebat buat tebak-tebakan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah&#8230;pada hebat buat tebak-tebakan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dadank</title>
		<link>http://aannurfahrudianto.wordpress.com/2008/04/04/perbedaannya-apa/#comment-6</link>
		<dc:creator>Dadank</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 03:59:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aannurfahrudianto.wordpress.com/?p=16#comment-6</guid>
		<description>dasar anak muda jaman skarang ini
anak muda yg aneh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dasar anak muda jaman skarang ini<br />
anak muda yg aneh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aannurfahrudianto</title>
		<link>http://aannurfahrudianto.wordpress.com/2008/04/04/perbedaannya-apa/#comment-4</link>
		<dc:creator>aannurfahrudianto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 08:00:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aannurfahrudianto.wordpress.com/?p=16#comment-4</guid>
		<description>makasih atas tebakannya, lain waktu boleh juga semua stok dikeluarkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih atas tebakannya, lain waktu boleh juga semua stok dikeluarkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: silvi</title>
		<link>http://aannurfahrudianto.wordpress.com/2008/04/04/perbedaannya-apa/#comment-2</link>
		<dc:creator>silvi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 07:50:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aannurfahrudianto.wordpress.com/?p=16#comment-2</guid>
		<description>Suatu hari Pak Pandir melalui satu lorong yang remang-remang saat hendak pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan tadi dia hampir menginjak kotoran manusia yang masih panas. Tapi dia masih ragu betul tidak benda yang dilihatnya tadi adalah kotoran. 
Karena penasaran, pak Pandir ambil keputusan untuk mengamati kotoran itu lebih dekat, lalu dia berkata, &quot;Bentuknya mirip tahi.&quot;
Karena masih penasaran dia pegang lagi kotoran itu, dan berkata, &quot;lembek...mirip
tahi.&quot; 
Terus dia colek sedikit kotoran itu lalu dia endus, dan berkata: &quot;Baunya mirip tahi.&quot;
Tapi pak Pandir masih saja ragu-ragu, dia pun mengambil keputusan untuk menjilat sedikit kotoran tersebut. Begitu selesai menjilat dia pun menjerit... &quot;MEMANG KOTORAN! UNTUNG GAK TERINJAK!!!&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari Pak Pandir melalui satu lorong yang remang-remang saat hendak pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan tadi dia hampir menginjak kotoran manusia yang masih panas. Tapi dia masih ragu betul tidak benda yang dilihatnya tadi adalah kotoran.<br />
Karena penasaran, pak Pandir ambil keputusan untuk mengamati kotoran itu lebih dekat, lalu dia berkata, &#8220;Bentuknya mirip tahi.&#8221;<br />
Karena masih penasaran dia pegang lagi kotoran itu, dan berkata, &#8220;lembek&#8230;mirip<br />
tahi.&#8221;<br />
Terus dia colek sedikit kotoran itu lalu dia endus, dan berkata: &#8220;Baunya mirip tahi.&#8221;<br />
Tapi pak Pandir masih saja ragu-ragu, dia pun mengambil keputusan untuk menjilat sedikit kotoran tersebut. Begitu selesai menjilat dia pun menjerit&#8230; &#8220;MEMANG KOTORAN! UNTUNG GAK TERINJAK!!!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
