Oleh: aannurfahrudianto | Maret 28, 2008

Masih ampuhkah Demonstrasi?

Mungkin bagi sebagian besar rakyat Indonesia hal tersebut (demonstrasi) masih sangat efektif untuk menyuarakan keinginan. Hal ini mengacu pada bukti sejarah kejatuhan rezim Soeharto yg dilakukan oleh mahasiswa. Sejak kran demokrasi dibuka sebesar-besarnya, maka dapat kita jumpai hampir disetiap pemberitaan di media elektronik maupun cetak selalu termuat/terliput aksi demostrasi yg dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Mulai dari demo Pilkada, harga 9 pokok, penggusuran PKL, dll. Sampai-sampai semua hal yg dirasa kurang berpihak pada personal ataupun kelompok begitu mudahnya memobilisasi massa dan melakakukan demo. Tetapi yg disayangkan bukan intensitas dari demo yg terjadi di Indonesia, melainkan setiap aksi demonstrasi selalu berakhir ricuh. Berapa banyak korban jiwa dan materi yg hilang dan hancur. siapa yg akan mengganti semua kerugian, apakah peserta aksi demo mau mengumpulkan sumbangan bagi korban aksi mereka sendiri, ataukah kita harus menuntut pemerintah karena pemerintah harusnya yg mengayomi rakyatnya??? Tentu tidak. Pernahkan kita berfikir dengan jernih berdasarkan hati nurani kita? kita selalu mengkambing hitamkan “Provokator” yg menyebabkan bentrok antara peserta aksi dan aparat keamanan. marilah kita instrospeksi diri sebelum menyalahkan satu dengan lainnya. Sehingga tidak ada lagi saling menuding siapa yg bersalah apakah peserta demo atau aparat keamanan. Apakah dengan cara ini kita menyelesaikan masalah??? dan masih ampuhkan demonstrasi sekarang ini??? marilah membangun negara ini dengan penuh kedamaian, komunikasi, jujur, dan saling menghargai. Tidak selamanya manusia berbuat benar, tetapi ada kalanya terjadi kekhilafan dan bagaimana kita menyikapi kekhilafan dengan penuh kedamaian itu yg utama. (ini hanya pikiran saya, kalau ada kekhilafan mohon maaf yg sebesar-besarnya, semoga Allah SWT selalu membimbing kita bersama, Amin…)


Beri tanggapan

Your response:

Kategori