Sebentar lagi kita akan melaksanakan pemilihan presiden. Saat ini kampanye calon presiden RI masa bakti 2009/2014 telah bergulir. Tujuan dengan adanya kampanye ini sebenarnya untuk mensosialisasikan program jika nanti terpilih menjadi presiden. Akan tetapi kenyataa di lapangan lain, kalau kita dengar dan baca dari media yg ada, kampanye presiden hanya dijadikan ajang untuk mengungkap kekurangan rivalnya dan mengunggulkan dirinya sendiri. Padahal di semua agama melarang setiap umat untuk mengungkapkan aib saudaranya dan berlaku sombong. Sehingga tujuan dari kampanye ini tidak akan tercapai. Masyarakat saya kira udah bosan denga keadaan ini. Masyarakat hanya membutuhkan seorang pemimpin yg bisa membawa negara ini menjadi lebih baik, melalui sebuah pemilihan yg jujur, adil dan santun. Tidak dengan orasi dan debat yg saling menjatuhkan. Saya kira calon presiden dan wakil presiden lebih dewasa untuk menyikapi event ini. Marilah kita bersama membangun negara ini dengan damai, niat yg suci dan penuh dengan toleransi. Kami berdo’a semoga Indonesia mendapatkan pemimpin yg arif dan bijaksana. Amin…
Kampanye Presiden
Ditulis dalam Opini
Website UNP Kediri Berubah
Website UNP Kediri yg semula www.unpkediri.ac.id berubah menjadi www.unpkediri.web.id. Bagi warga kampus yg ingin melihatnya silahkan. Ada perubahan yg revolusioner bagi UNP Kediri.
Ditulis dalam Pengumuman
Kunci Jawaban Mid Matematika Keuangan
http://www.ziddu.com/download/4502578/kuncijawaban.doc.html
Ditulis dalam Bahan Ajar
Ketentuan Perbaikan Nilai (Prodi Bahasa Indonesia, Akt. 2008):
Mahasiswa diperbolehkan memperbaiki nilai jika:
1. Sudah mengumpulkan Tugas, sudah mengikuti Mid dan UAS.
2. Atau belum mengumpulkan tugas tetapi sudah mengikuti Mid dan UAS, dengan catatan tugas segera dikumpulkan.
Tugas Untuk Ujian Perbaikan:
Membuat Bahan Ajar menggunakan software Power Point. Kemudian dikirim lewat e-mail ke aan_ict2007@yahoo.co.id
Ditulis dalam Pengumuman
Membaca
Kadang orang tidak akan percaya terhadap sesuatu kalau orang tersebut tidak melakukan sesuatu tersebut. Seperti membaca, banyak himbauan baik dari televisi, radio, guru, dan lain-lain. Dengan membaca maka kita akan tahu segalanya. Akan tetapi banyak yg tidak menghiraukan. Ini merupakan pengalaman pribadi saya, sebelumnya saya tidak begitu perhatian dengan minat baca seluruh keluarga saya. Saya hanya memikirkan kebutuhan saya sendiri karena saya harus rajin mencari informasi baru supaya bisa ditularkan kepada orang lain. sebelumnya saya hanya berlangganan majalah yg berkenaan dengan dunia TI (komputer) tapi juga ngak pinter2 komputer sampai sekarang. ha…haa…haa. Karena saya berfikir kalau surat kabar sudah baca dari internet kenapa harus berlangganan. Kemudian saya berfikir kalau setiap saya ngobrol dengan keluarga kenapa jarang nyambung, akhirnya saya menemukan beberapa sebab diantaranya: keluarga hanya melihat sinetron, kalau ada berita selalu diganti dan acara musik. Saya mencoba bereksperimen, beberapa bulan yg lalu saya mulai langganan surat kabar dan tabloid disamping majalah dan tabloid yg sebelumnya saya udah langganan. Meskipun saya harus mengeluarkan dana tambahan setiap bulan. Tapi saya berfikir tak apalah yg penting semua tahun informasi di luar sana. Siang tadi, tidak sengaja saya ngobrol dengan beberapa anggota keluarga ternyata pada saat saya pancing beberapa informasi yg lagi “in” sekarang ini mereka merespon dengan baik. Dalam hati saya ternyata eksperimen saya berhasil, dengan adanya surat kabar tiap hari, mereka kalau ada waktu senggang membacanya. Itulah yg mungkin sangat berharga bagi saya dan keluarga ternyata dengan sedikit pengorbanan kita bisa melatih mereka untuk membaca dan merespon informasi yg ada sekarang. Jadi saya pribadi berpesan mencobalah untuk membaca apapun yg bisa bermanfaat bagi kehidupan anda. Ok… Selamat Membaca……….
Ditulis dalam Opini | Tag:selanjutnya
“Pahlawan Kesiangan”
Pemilu kurang beberapa hari lagi, partai politik mulai marak menyuguhkan janji-janji. Tidak lupa para caleg masing-masing partai bergerak cepat merebut simpati rakyat. Ada yg lebih ironis bahwa money politik dianggap sesuatu hal yg biasa bahkan salah salah satu partai mempunyai slogan “Diberi uang itu rejeki”. Apakah itu merupakan bentuk legalisasi dari money politik? Dan yg tidak habis pikir lagi adalah banyak partai politik yg mengklaim kader-kadernya berjasa atas keberhasilan yg diraih oleh bangsa ini. contoh riil adalah swasembada beras, ini diperebutkan oleh beberapa partai, kalau mau realistis tanpa bantuan petani yg notabene bukan dari satu partai tertentu hal tersebut tidak bisa dilakukan. Apa tidak malu dengan para petani yg sudah mencurahkan seluruh pikiran dan tenaga untuk mencapai swasembada beras. Pemilu memang banyak orang yg mengaku “berjasa” kepada bangsa ini, yg bertujuan hanya untuk memuluskan jalan mencapai kursi kekuasaan. kita sebagai rakyat mulai apatis dengan para elit politik sekarang. Yang hanya mengumbar janji-janji kosong. Seharusnya para elit politik yg berkuasa tersebut menjadi pelayan rakyat, bukan malah menjadikan rakyat sebagai pelayan. Kalau dia bekerja dan berhasil mensejahterakan rakyat bukankan itu memang tugasnya, bukan malah mengaku sebagai seorang “pahlawan” penyelamat bangsa ini. Bukankah Tuhan tidak suka orang yg sombong dan suka pamer? marilah kita merenung untuk kebaikan bangsa ini
Ditulis dalam Opini
“Lowongan Kerja” Baru
Mendekati Pemilu 2009 pada bulan April mendatang, marak sekali gambar para caleg DPRD atau DPR pusat. Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Opini | Tag:selanjutnya
Jual Rokok di Kawasan Tidak Boleh Merokok
Masih mengenai rokok. Setelah beberapa waktu masyarakat disibukkan dengan kelangkaan minyak tanah, dalam waktu dekat ini masyarakat akan dibingungkan dengan naiknya BBM Premium dari 4500 menjadi 6000. Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Opini | Tag:selanjutnya
Merokok…?
sekarang ini sepertinya pemerintah mulai mengkampanyekan program bebas asap rokok. Di Jakarta aja udah ada peraturan yg melarang orang merokok di tempat umum. Tapi apakah hal tersebut efektif? Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Opini | Tag:selanjutnya
Guru Pekerjaan Favorit atau Alternatif
Pada saat SMA, siswa kalau ditanya, “Siapa yg ingin jadi guru?” tak seorangpun siswa yg mau mengacungkan tangan. Siswa lebih memilih menjadi seorang dokter, arsitek, artis, atau yg lagi marak sekarang ingin menjadi hacker. Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Opini | Tag:selanjutnya